Klinik Wakaf Pertama di Bali Resmi Diluncurkan, Tonggak Sejarah Gerakan Wakaf Produktif di Indonesia

Klinik Wakaf Pramata yang berbasis wakaf resmi diluncurkan untuk pertama kalinya di Pulau Bali. Soft launching ini merupakan hasil kerja sama antara Nazhir Dompet Sosial Madani (DSM) Bali, Nazhir Yayasan Membangun Keluarga Utama, serta Perhimpunan Baitul Maal wat Tamwil (PBMT) Indonesia.

Peluncuran ini menjadi momentum penting dalam pengembangan wakaf produktif di tengah masyarakat yang multikultural.

Dalam peluncuran tersebit, Ketua Umum PBMT, Dra. Hj. Mursida Rambe, menegaskan pentingnya ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) sebagai spirit dalam penguatan ekonomi Islam di Indonesia. Menurutnya, keberadaan klinik wakaf ini tidak hanya memberikan manfaat bagi umat Islam, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi positif terhadap pembangunan sosial-ekonomi masyarakat secara luas.

“Kami berharap dengan soft launching ini dapat membangkitkan semangat seluruh rekan BMT di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan potensi wakaf produktif. Ini adalah langkah awal yang akan membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Mursida.

Sementara itu, Ketua Divisi Humas, Sosialisasi, dan Literasi Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. KH. Agus Priyatno, menyampaikan pandangannya tentang perkembangan wakaf di Indonesia. Ia menyoroti bahwa selama ini wakaf lebih dikenal melalui tiga elemen utama, yakni madrasah, makam, dan mushola. Namun, kehadiran klinik wakaf di Bali yang berada di tengah komunitas dengan mayoritas non-muslim menjadi bukti nyata bahwa wakaf produktif dapat diimplementasikan secara inklusif dan universal.

“Di tengah minoritas muslim seperti di Bali, kita hadir untuk membantu menyuarakan wakaf produktif yang manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh umat beragama tanpa batasan apapun. Ini adalah gerakan yang harus kita perjuangkan bersama,” kata Agus.

Ia juga menambahkan bahwa sejarah mencatat, para sahabat Nabi Muhammad SAW hampir seluruhnya berwakaf, bahkan di Palestina lebih dari 40 persen tanah merupakan tanah wakaf. Hal ini menunjukkan bahwa wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan jika dikelola dengan baik.

Kehadiran Klinik Wakaf Pramata di Bali ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain, khususnya BMT di seluruh Indonesia, untuk mengembangkan inisiatif serupa. Dengan demikian, wakaf produktif dapat menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

Soft launching ini tidak hanya menandai dimulainya operasional Klinik Wakaf Pramata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendorong pengelolaan wakaf yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Harapannya, langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan wakaf produktif demi kemaslahatan umat.

Editor : Tim Humas

Loading

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent posts